Thursday , September 20 2018
Home / Politik / Hentikan Hoax, Maman: Jangan Terulang Luka Sosial Pilkada Jakarta

Hentikan Hoax, Maman: Jangan Terulang Luka Sosial Pilkada Jakarta

Jakarta (wartacirebon.com) – Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, mengajak semua pihak menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax di media social.

“Terutama di tahun politik sekarang  ini, hoax akan memanaskan  situasi dan memicu pertakaian di masyarakat,” katanya merespon hasil survei  Polmark Indonesia bahwa hoax menjangkau mayoritas pengguna media sosial.

Polmark memaparkan  hasil sejumlah survei yang dilakukan sejak 15 Januari 2016 sampai 11 Juni 2018 dalam forum diskusi bertajuk “Pemilu dan Potensi Retaknya Kerukunan Sosial” di Jakarta dalam rilisnya, Jumat, 31 Agustus 2018.

Tampil sebagai narasumber antara lain pengamat politik, Roy Gerung, peneliti LIPI,Siti Zuhro,politikus PDIP, Muararar Sirait dan Maman Imanulhaq.

Hasi survei  menunjukan, sebanyak  21 ,2 persen responden sering menemukan hoax  di media social, 39,6 persen responden mengaku jarang mendapati  hoax dan sisanya tidak menjawab. Dengan demikian hoax menjangkau 60,8 persen pengguna media social dengan intensitas berbeda.

Maman menegaskan, hasil survei tersebut menunjukan betapa hoax sudah begitu marak di media social. Karenanya, ia mengajak semua pihak untuk menyejukkan tahun politik sekarang ini dengan mengakhiri penyebaran hoax.

“Kalau hoax dibiarkan terus semakin menjadi – jadi berarti kita sengaja menunggu keadaan bertambah genting dan perselisihan di masyrakat semakin meruncing,” ujar dia.

Maman Imanuhaq mengingatkan, jika pertentangan di masyarakat begitu tajam, maka Pilpres akan menyisakan ‘luka’ yang pemulihannya  memakan waktu lama.

“Kita tidak ingin terjadi polarisasi yang mencolok di Pilpres tahun depan, karena itu marilah dengan kesadaran penuh kita hentikan pembuatan dan penyebaran hoax,”kata anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Ia mencontohkan terjadinya keretakan kerukunan warga Ibu Kota selama dan sesudah  pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017. Maman berharap apa yang terjadi di Pilkada Jakarta tak terulang pada Pilpres tahun depan.

Hasil survei Polmark menunjukkan, Pilkda DKI Jakarta 2017 menyebabkan hubungan pertemanan sesama warga rusak. Memang sebagian besar responden , 93,8 persen, mengaku hubungan pertemanan mereka tak terganggu dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, namun ada 5,7 persen responden yang menyatakan hubungan pertemanan mereka menjadi rusak.

“Satu saja keretakan hubungan sosial adalah tragedi demokrasi. Dalam demokrasi yang mapan dipersyaratkan Pemilu sebagai cara bermain yang diterima semau orang.  Proses dan hasil Pemilu semestinya tak boleh mebuat luka sosial bagi siapapun,” demikian kesimpulan Polmark Indonesia. (RLS/MGN)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *