Sunday , November 18 2018
Home / general / Pemkot dan PLN Ikut Meringankan Unswagati Bayar PBB dan Listrik

Pemkot dan PLN Ikut Meringankan Unswagati Bayar PBB dan Listrik

Cirebon (wartacirebon.com) – Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati puji Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon dan PLN yang memberi perhatian dan bantu meringankan beban Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati).

Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Dadang Sukandar Kasidin menjelaskan selama menyelenggarakan Unswagati, alhamdulillah yayasan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah Kota Cirebon.

“Di antaranya dari Pemkot Cirebon, yayasan mendapatkan keringanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 50 persen,” kata Dadang di sela-sela Rapat Kerja dan Seminar Asiosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Jawa Barat di Aula Kampus I Unswagati, Kota Cirebon, Rabu, 12 September 2018.

Selain Pemkot Cirebon, lanjut Dadang, juga dari PLN. Yayasan dapat bantuan dengan tidak dimasukkan ke dalam kelompok pembiayaan kegiatan bisnis, melainkan dalam kelompok pembiayaan kegiatan sosial.

Dadang menjelaskan bantuan dari Pemkot Cirebon dan PLN sangat membantu bagi yayasan. Kini berupaya meminta keringanan dari PT Telkom, sebab biaya yang ditanggung yayasan untuk telepon dan internet cukup besar.

Pola kerja dan kemitraan dalam rangka meningkatkan sumberdaya manusia di PT, lanjutnya harus terus ditingkatkan agar mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, kota atau kabupaten tempat berdomisili PTS.

Dari informasi yang didapat, Unswagati di bawah kepemimpinan Dadang Sukandar Kasidin dari semula peringkat DIKTI 800, di tahun ini menjadi 190 dan dari penilaian University Ranking pada posisi peringkat 93.

Ketua ABP-PTSI Jawa Barat, Sali Iskandar mengatakan PTS berkiprah mencerdaskan bangsa, dan bantu anak tidak mampu mengenyam pendidikan, tapi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dibebankan ke perguruan tinggi (PT).

“Tanah dan bangunan dikenai pajak, padahal kita mencerdaskan bangsa,” katanya. Di PTS, lanjut Sali, ada sekitar 10 hingga 15 persen mahasiswa dari kalangan tidak mampu dengan biaya ditanggung badan penyelenggara PT.

Sehingga, tambah Sali, ABP-PTSI terus berupaya agar badan penyelenggara PT dapat keringanan bayar PBB, listrik, telepon dan internet. “Keringanan pembayaran PBB dan listrik berhasil di Kota Cirebon,” katanya. (MGN)

About redaksi

Check Also

Mahasiswa Diajak Tampil Cantik dan Berpenghasilan Dari Tata Rias Wajah

Cirebon (wartacirebon.com)- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon kerja sama dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *