Tuesday , December 11 2018
Home / Metro / Herman Khaeron Membantu Petani Lewat Inovasi Teknologi Pertanian

Herman Khaeron Membantu Petani Lewat Inovasi Teknologi Pertanian

Cirebon (wartacirebon.com) – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Cirebon dan Indramayu, Herman Khaeron bersama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyampaikan Diseminasi Produk Teknologi.

Inovasi teknologinya, pengendalian hama terpadu atau racun tikus dan aplikasi teknologi budidaya buah naga pada lahan pesisir. Kedua inovasi ini disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon.

Herman mengatakan kemajuan teknologi banyak memberikan manfaat luas dan juga menuju hasil yang efisien. Sekalipun, riset dan teknologi masih tergolong sangat sederhana.

“Kemampuan riset dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sehingga menghasilkan kemandirian para petani untuk memproduksi berbagai kebutuhannya,” kata Herman, Sabtu (29/9/2018).

Herman juga pernah mendorong petani untuk berinovasi menciptakan input pertanian lainnya, seperti inovasi menghasilkan pupuk sejenis NPK yang dilakukan petani daerah Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

“Di Losari sudah saya dorong dan mulai diimplementasikan dari berbagai jenis nutrisi alami yang itu diolah, kemudian menghasilkan pupuk sekelas NPK,” jelas pria biasa disapa Kang Hero.

Tujuannya, lanjut Herman petani jadi terdidik dan terbiasa mandiri tanpa harus bergantung pada pihak luar dalam mendapatkan input-input di bidang pertanian.

“Begitu juga dengan upaya pengendalian hama tikus yang kerap kali mengganggu produktivitas lahan pertanian,” jelasnya.

Kelebihan yang dimiliki racun tikus hasil penelitian dan riset UNPAD ini, selain ramah lingkungan, sederhana dan dimodifikasi dengan sistem modern, juga sangat efektif dan meringankan.

“Tikus akan mati bukan di atas, tapi mencari air, kemudian di tempat yang lebih terang. Ini juga rekayasa ilmu pengetahuan untuk bisa menumpas tikus,” jelasnya.

Ia menjelaskan cara mendapatkan bahan-bahannya pun sangat mudah. Untuk mendapatkan pembasmi tikus di areal pertanian, tidak perlu mencari jauh-jauh melainkan cukup dengan memproduksi sendiri.

Politisi Partai Demokrat ini saat kegiatan didampingi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Sudrajat serta Dosen dan Peneliti di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Syariful Mubarok. (des/mgn)

About redaksi

Check Also

Korem 063/SGJ Gelar Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal

Cirebon (wartacirebon.com) – Korem 063/SGJ Menggelar Sosialisasi Pembinaan Antisipasi bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *