Monday , September 16 2019
Home / general / Edarkan Upal Dolar Singapura dan Rupiah, Warga Subang Diciduk Polres Indramayu

Edarkan Upal Dolar Singapura dan Rupiah, Warga Subang Diciduk Polres Indramayu

Kepala Polres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim, AKP Suseno Adi Wibowo dan Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Keuangan Inklusif dan Layanan Administrasi KPw BI Cirebon, Yukon Afrinaldo memperlihatkan barang bukti upal dolar Singapura dan Rupiah palsu di Polres Indramayu, Kamis (31/1/2019).

Indramayu (wartacirebon.com) – Warga Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, JHR (41) ditangkap Sat Reskrim Polres Indramayu. JHR ditangkap karena edarkan uang palsu (upal) dolar Singapura pecahan 10.000 dan rupiah pecahan 50.000.

Kepala Polres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki didampingi Kasat Reskrim, AKP Suseno Adi Wibowo mengatakan pengungkapan berawal informasi dari masyarakat adanya transaksi uang palsu (upal) di SPBU Terisi, Kabupaten Indramayu.

Anggota, lanjutnya melakukan penyelidikan dan menangkap JHR, 30 Desember 2018 dan menyita lebaran rupiah pecahan 50.000 sebanyak 88 lembar atau bila dirupiahkan senilai Rp4,4 juta. Setelah itu, anggota melakukan pengembangan ke rumah JHR.

Kapolres menjelaskan hasil penggeledah rumah JHR ditemukan dolar Singapura pecahan 10.000 sebanyak 2.370 lembar atau senilai 23,7 juta dolar Singapura atau bila dirupiahkan senilai 274.616.500.000.

“Uang palsu tersebut sangat berbahaya bila beredar di masyarakat karena dapat merugikan masyarakat dan keuangan Republik Indonesia,” kata AKBP M Yoris MY Marzuki saat jumpers di Mapolres Indramayu, Kamis, 31 Januari 2019.

Tersangka, kata Kapolres, jual beli uang palsu dengan ditukar satu banding dua dan segepok lembar dolar Singapura dijual Rp 3 juta. Saat ini, masih dikembangkan tersangka cetak sendiri atau beli dari orang lain. “Satu orang jadi DPO, UJ (40),” katanya.

Mantan Kepala Sat Reskrim Polrestabes Bandung ini menyebutkan tersangka dijerat Pasal 36 ayat 3 Undang-Undang RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan atau Pasal 245 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dengan denda sebesar 50 miliar rupiah.

Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang Rupiah, Keuangan Inklusif dan Layanan Administrasi KPw BI Cirebon, Yukon Afrinaldo memastikan lembaran dolar Singapura dan rupiah yang diungkap Polres Indramayu merupakan uang palsu (upal).

“BI memastikan lembaran dolar Singapura dan rupiah yang diungkap Sat Reskrim Polres Indramayu, palsu,” katanya. Kepastian lembaran dolar Singapura dan rupiah tersebut palsu setelah KPw BI Cirebon melakukan uji forensik. (MGN)

About redaksi

Check Also

Perang Terhadap Narkotika, 50 Anggota Korem 063/SGJ Dites Urine Mendadak

Cirebon (wartacirebon.com) – Korem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ) konsisten menyatakan perang terhadap narkotika. Hal ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *