Wednesday , July 24 2019
Home / general / Lima Wanita Cantik Dijadikan PSK, Dua Muncikari Diringkus Polres Indramayu

Lima Wanita Cantik Dijadikan PSK, Dua Muncikari Diringkus Polres Indramayu

 

Kepala Polres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki meminta keterangan kepada dua muncikari di sela-sela jumpa pers pengungkapan kasus prostitusi di Mapolres Indramayu, Kamis (20/6/2019).

Indramayu (wartacirebon.com) – Sat Reskrim Polres Indramayu menangkap dua muncikari di dua lokasi berbeda di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Dua muncikari tersebut merekrut pekerja seks komersil (PSK) dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Indramayu.

Kedua muncikari adalah KDR (49), warga Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu ditangkap Jum’at, 24 Mei 2019 pukul 22.30 wib, dan DSH (49) warga Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu ditangkap Minggu, 16 Juni 2019 pukul 22.40 wib.

Kepala Polres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan pengungkapan prostitusi ini setelah adanya laporan dari masyarakat yang ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Indramayu.

Begitu datang ke lokasi, lanjut Kapolres, benar saja, ada kejadian prostitusi. Dari dua lokasi tersebut selain diamankan dua mincikari, juga lima wanita berperan sebagai PSK. Lima PSK kemudian dimintai keterangan sebagai korban dan saksi.

“Modus tersangka menyediakan PSK untuk menemani laki-laki minum-minuman keras dan melayani untuk persetubuhan,” kata Kapolres didampingi Kepala Sat Reskrim Polres Indramayu, AKP Suseno Adi Wibowo di Mapolres Indramayu, Kamis, 20 Juni 2019.

Kapolres menyebutkan tarif PSK sebesar Rp100 ribu-Rp130 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk sewa kamar. Dari tarif sebesar itu, uang yang didapat PSK hanya sebesar Rp 70 ribu-Rp100 ribu karena dipotong untuk muncikari.

“Sebesar Rp 30 ribu dibayarkan kepada tersangka untuk sewa kamar yang dipakai untuk persetubuhan,” kata mantan Kepala Sat Reskrim Polrestabes Bandung tersebut sambil menyebutkan tersangka sudah melakukan aksinya sekitar setahun.

Dalam sehari, lanjutnya ada dua pelanggan datang ke tempat mereka, sehingga omset per bulan Rp9 juta. KDR dan DSH dijerat Pasal 296 KUHPidana dan atau Pasal 506 KUHPidana ancaman hukuman paling lama satu tahun empat bulan penjara. (WC-01)

About redaksi

Check Also

Papasan Dengan Korban di Jalan Raya, Pencuri Sepeda Motor Bonyok Dimassa

Cirebon (wartacirebon.com) – Tak selamanya pertemuan berakhir indah. Salah satunya dirasakan MD. Gara-gara bertemu dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *