Saturday , December 7 2019
Home / general / Uji Kompetensi Wartawan Majalengka Terapkan Tiga Materi Ujian Baru

Uji Kompetensi Wartawan Majalengka Terapkan Tiga Materi Ujian Baru

MAJALENGKA (wartacirebon.com) – Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dipelopori dan digagas Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka akan diikuti 32 orang peserta dengan biaya gratis dan
mendapatkan beragam fasilitas lainnya.

Peserta UKW terdiri dari wartawan cetak, online, radio, dan televisi. Pelaksanaan pada Jum’at-Sabtu (13-14/11/2019) di Sangkan Hurip Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kegiatan ini akan dibuka Bupati Majalengka
H Karna Sobahi dan dihadiri Ketua PWI Jawa Barat H Hilman Hidayat. Tema UKW yang diusung sendiri menuju wartawan yang profesional dan kompeten.

“Dari total peserta yang daftar UKW ada 54 wartawan. Namun yang lolos seleksi administrasi dari panitia dan Dewan Pers sebanyak 32 wartawan. Rincianya 30 orang wartawan untuk mengikuti UKW muda dan 2
orang UKW madya. Data itu didapat dari hasil seleksi panitia,”kata Ketua PWI Majalengka Jejep Falahul Alam, Minggu (1//12/2019).

Mengenai penyebab banyaknya peserta yang tidak lolos, kata dia, banyak peserta
yang tidak melengkapi persyaratan administrasi, terbentur oleh aturan
media harus berbadan hukum perusahan terbatas (PT) pers.

“Ada yang daftar menggunakan badan hukum CV, itu langsung dicoret. Dan banyak
pula yang tidak melengkapi persyaratan administrasi sesuai standar
Dewan Pers, sehingga gugur dengan sendirinya,”tuturnya.

Masih dijelaskan Jejep, peserta UKW sendiri berasal dari media lokal Majalengka, regional Jawa Barat, dan media nasional, baik cetak,
online, radio maupun televisi. Jika melihat jumlah peserta UKW yang lolos administrasi, sambung dia, para peserta akan dibagi ke dalam lima kelas.

Di mana masing-masing kelas berisi 6 orang peserta dengan satu orang penguji dan asisten penguji.

“Kalau materi yang akandiujikan
itu mayoritas aktivitas sebagai jurnalis di lapangan baik mencakup teori maupun prakteknya,”jelasnya.

Lebih jauh alumni IAIN Syekh Nurjati
Cirebon ini menjabarkan, materi UKW sesuai dengan pedoman Dewan Pers
yang seperti untuk UKW muda meliputi merencanakan/mengusulkan liputan,
rapat redaksi, dan mencari bahan liputan acara terjadwal.

Di samping itu ada juga materi wawancara cegat, membangun jejaring, menulis berita,
menyunting berita sendiri, wawancara tatap muka, hingga menyiapkan isi
rubrikasi.

“Hal yang tidak kalah pentingnya adalah, memahami dan melaksanakan kode etik jurnalistik (KEJ) dan hukum/undang-undang
/peraturant pers,” jelasnya.

Bukan hanya materi diatas, lanjut dia, ada
tiga materi tambahan UKW yang diberlakukan pada tahun 2019 dan itu berbeda dengan UKW tahun-tahun sebelumnya.

Materi tambahan yang dimaksud itu yakni tentang UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA).

“Materi tambahan yang mulai diujikan pada UKW tahun 2019 hingga ke depannya,”paparnya.

Pihaknya berharap dengan diketahui materi ujian para para peserta wartawan semakin menyadari arti penting UKW dan
benar benar mempersiapkan sejak dini dalam menghadap proses UKW.

“Kami juga mengucapkan terima-kasih kepada Pemkab Majalengka yang telah
memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan UKW perdana di
Majalengka. Ini bukti jika Pemkab Majalengka sangat perhatian dan peduli terhadap pers,”ucapnya.

Kepala Bagian Protokoler Setda Majalengka Hj Neni Sofia Iriani menambahkan, tujuan pelaksanaan UKW sendiri diharapakan para insan pers semakin profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya.

Apalagi UKW sendiri merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap wartawan sesuai dengan himbauan Dewan Pers.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka mendukung penuh pelaksanaan UKWI ini,
agar para insan pers dapat meningkatkan wawasan pengetahuan, kapasitas
maupun kapabalitasnya untuk menjaga marwah wartawan dan mampu mengubah
stigma negatif, guna mengembalikan marwah profesionalisme wartawan
sebagai pilar keempat demokrasi,”paparnya.

Dia menambahkan, selain UKW pada hari pertama juga dilaksanakan focus
group discussion (FGD) dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat dan tokoh nasional Maruarar Sirait.

“Kalau temanya tentang peran media
massa dalam menangkal hoaks,terorisme dan radikalisme,”tegasnya. (RlS/WC-01)

About redaksi

Check Also

Mendatangi Rumah Sakit, Kapolres Majalengka Bersama Istri Jenguk Anggota yang Kecelakaan

MAJALENGKA (wartacirebon.com) – Kapolres Majalengka AKBP Mariyono didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Ny.Pujci Mariyono menjenguk anggota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *