Sunday , April 5 2020
Home / Ekonomi / PGN Jamin Ketersediaan Gas yang Handal dengan Kualitas Penyaluran Akurat

PGN Jamin Ketersediaan Gas yang Handal dengan Kualitas Penyaluran Akurat

Ilustrasi penyaluran gas/Net

KOTA CIREBON (wartacirebon.com) – Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen dalam pengembangan infrastruktur dan peningkatan utilisasi gas bumi domestik di segala sektor, termasuk sektor rumah tangga dan komersial.

Sales Area Head PT PGN Cirebon Makmuri, melalui Strategic Stakeholder Management Izza Ubaidillah mengatakan untuk Pelanggan Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil PGN, mulai Bulan Januari 2020 memang dilakukan penyesuaian harga gas Tahap II.

“Yang pembayaran tagihannya akan diterima pelanggan mulai Februari 2020 di 13 wilayah, termasuk Kabupaten dan Kota Cirebon,” katanya kepada wartawan di Kota Cirebon, Selasa (25/2/2020).

Sebelumnya, menurutnya, PGN telah melakukan penyesuaian harga Tahap I mulai bulan Desember 2019 di 9 wilayah kota/kabupaten lainnya.

Penyesuaian harga untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil tersebut, dilaksanakan berdasarkan peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tentang Harga Jual Gas Bumi melalui Pipa untuk Konsumen Rumah Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK).

BPH Migas, katanya merupakan pihak yang berwenang mengevaluasi dan menetapkan harga jual gas di suatu wilayah Kota/Kabupaten melalui mekanisme usulan, survei lapangan dan public hearing.

“Penetapan harga jual gas bumi oleh BPH Migas akan diberlakukan oleh Badan Usaha Niaga Gas Bumi,” katanya.

Selanjutnya, badan usaha akan mengimplemetasikan penetapan harga jual gas bumi tersebut, seperti PGN.

“Berkenaan dengan kenaikan harga di Kota Cirebon, penyesuaian tersebut dijalankan sesuai dengan prosedur dan hasil keputusan dari regulator yaitu BPH Migas yang telah mempertimbangkan banyak hal termasuk kemampuan masyarakat dalam membayar biaya konsumsi energi yang tidak memberatkan dibandingkan apabila menggunakan biaya energi lain,” jelasnya.

Ia menjelaskan proses evaluasi harga gas bumi ini telah dilakukan sejak 2019 dan BPH migas telah melakukan verifikasi dan survei.

“Setelah selesai, pada Oktober 2019, hasil evaluasi data harga gas dan disampaikan pada public hearing,” ucapnya.

Pada public hearing, jelasnya turut mengundang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Cirebon, Dirjen Migas, KPPU, YLKI, dan pers.

“Sesuai dengan hasil public hearing dengan disepakatinya penyesuaian harga gas, PGN menetapkan harga gas untuk pelanggan baru Jargas yang dibangun pada tahun 2019,” ujarnya.

Kemudian pada 10 Desember 2019, BPH Migas menetapkan penyesuaian harga dan diberlakukan untuk 11 Kota/Kabupaten, termasuk Kota dan Kabupaten Cirebon.

“Penyesuaian harga tersebut, berlaku pada 1 Januari 2020,” ucapnya.

Menurut dia, dasar pertimbangan BPH Migas untuk melakukan penyesuaian harga Jargas yakni berdasarkan parameter perhitungan karakter dan kondisi wilayah.

“Ada beberapa wilayah termasuk Cirebon, tidak mengalami penyesuaian harga sejak 2007 atau sekitar 13 tahun tidak ada peninjauan penyesuaian harga,” tegasnya.

Sedangkan saat ini, tambahnya, 85% wilayah/kabupaten pengguna jargas PGN di Indonesia sudah mengalami penyesuaian harga.

Oleh karenanya, kata dia, penyesuaian harga di Cirebon dilakukan supaya tidak terjadi disparitas harga atau perbedaan harga yang sangat signifikan.

Selain itu, penyesuaian harga ini mengikuti skema satu harga dari BPH Migas dan harga ini sudah diperhitungkan tetap lebih rendah dari bahan bakar bersubsidi lainnya sehingga program subsidi tepat sasaran sebagai salah satu tujuan penetapan harga ini dapat diimplementasikan bagi kepentingan yang lebih besar bagi negara.

“Sebagai upaya untuk menyampaikan besaran harga baru kepada masyarakat Cirebon, PGN menyampaikan penyesuian pengumuman melalui surat resmi dan sms blast,” jelasnya.

PGN menegaskan bahwa penyesuaian harga ini tidak akan mengurangi kenyamanan pelanggan selama menggunakan jargas.

“PGN menjamin ketesediaan gas yang handal (24 jam) dengan kualitas penyaluran yang akurat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan nilai lebih dari gas bumi untuk produktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (WC-01)

About redaksi

Check Also

Kapolres Majalengka Beri Bantuan kepada Warga yang Rumahnya Rusak

MAJALENGKA (wartacirebon.com) – Sebanyak 15 rumah dan satu musola di Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *