Ini 3 Penyebab Presiden Yakin pada LPI

oleh -1 views

 

Presiden saat memperkenalkan jajaran pengawas dan direktur LPI, Selasa (16/2/2021). (foto : kominfo)

MEDAN TOP – Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diyakini mampu
mengejar ketertinggalan dari lembaga investasi Negara lain. Keyakinan ini
diungkap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat memperkenalkan jajaran Dewan
Pengawas dan Dewan Direktur LPI, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta,
Selasa (16/02/2021) pagi.

Presiden mengungkapkan, sejumlah negara seperti Uni Emirat
Arab, Cina, Norwegia, Saudi Arabia, Singapura, Kuwait, dan Qatar telah terlebih
dahulu memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF) puluhan tahun silam serta
telah mempunyai akumulasi dana yang besar untuk pembiayaan pembangunan mereka.

“Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam
pembentukan Sovereign Wealth Fund. Walaupun lahir belakangan, dan tidak
ada kata terlambat, saya meyakini INA (Indonesia Investment Authority) mampu
untuk mengejar ketertinggalannya dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan
internasional,” ujarnya.

Menurut Presiden, terdapat tiga alasan yang melatarbelakangi
keyakinan tersebut. Pertama, pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat
yaitu diperintah langsung oleh Undang-Undang Cipta Kerja. “Kelembagaan dan cara
kerjanya juga jelas sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74
Tahun 2020, ” tegasnya.

Kedua, INA dijamin menjadi institusi profesional yang
dilindungi oleh undang-undang dan menggunakan pertimbangan-pertimbangan
profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.

Ketiga, INA dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang
berpengalaman di kancah profesional internasional, yang telah dijaring oleh
panitia seleksi dibantu oleh para head hunter professional.

Sebagaimana diperkenalkan Presiden, jajaran Dewan Pengawas
LPI terdiri dari lima orang figur yang terdiri dua anggota ex
officio yaitu Menteri Keuangan sebagai ketua merangkap anggota dan Menteri
Badan Usaha Milik Negara sebagai anggota serta tiga orang anggota dari kalangan
profesional, yaitu Darwin Cyril Noerhadi sebagai anggota untuk masa
jabatan tahun 2021-2026, Yozua Makes sebagai anggota untuk masa jabatan tahun
2021-2025, dan Haryanto Sahari sebagai anggota untuk masa jabatan tahun
2021-2026.

Sementara Dewan Direktur LPI juga diisi oleh lima figur yang
semuanya berasal dari kalangan profesional yaitu Ridha Wirakusumah (Ketua Dewan
Direktur),  Arief Budiman (Wakil Ketua Dewan Direktur),  Stefanus Ade
Hadiwidjaja (Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), serta
Eddy Porwanto (Direktur Keuangan).

“Dengan fondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta
Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang
kuat, saya meyakini Indonesia Investment Authority (INA) akan
memperoleh kepercayaan nasional dan internasional dan mampu membuat INA
sebagai Sovereign Wealth Fund kelas dunia,” tandasnya. (RED04)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *