Kejari Inhu Eksekusi 6 Terpidana Kasus Pelanggaran Pilkada

oleh -6 views

 

Kejari Kabupaten Indragiri Hulu mengeksekusi enam terpidana kasus pelanggaran Pilkada. (Foto: Istimewa)

MEDAN TOP – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)
mengeksekusi lima oknum kepala desa dan seorang oknum kepala dinas di lingkup
OPD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Rengat.
Ke-lima orang tersebut merupakan terpidana kasus pelanggaran Pilkada di Riau.

 “Sudah kita eksekusi
untuk menjalankan amar putusan PT Pekanbaru, dan langsung diterima teman-teman
di Rutan hari Jumat sekitar pukul 11.00 WIB kemarin,” kata Kepala Kejari Inhu
Furkon Lubis saat dikonfirmasi Kitakini.news, Sabtu (27/2/2021).

Dikatakan Furkon Lubis, semasa persidangan digelar di Pengadilan
Negeri (PN) Rengat, putusan yang diberikan tak sebanding dengan tuntutan JPU
sebelumnya.

“Saat itu kita tuntut lima bulan penjara terhadap masing-masing
terdakwa dengan denda Rp6 juta subsider selama satu bulan. Lalu majelis
memutusnya dengan satu bulan, hingga akhirnya kita melakukan upaya banding di
tingkat PT Pekanbaru,” ujarnya.

Dikatakannya upaya banding yang dilakukan itu juga
merupakan upaya dalam menegakkan supremasi hukum yang ada. Putusan majelis hakim PT Pekanbaru terhadap ke-enam
terpidana itu yakni, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Inhu
Riswidiantoro. Dia divonis pidana penjara selama tiga bulan dengan denda Rp6
juta subsider 1 bulan.

Selain Kadis PMD, lima Kepala Desa (Kades) Masing-masing
Suherman Kades Aur Cina Kecamatan Batang Cenaku. Selain itu, Septian Eko
Prasetiyo, Kades Peladangan Kecamatan Batang Peranap. Ada pula Guspan Ardodi
Kades Bukit Selanjut Kecamatan Kelayang. Sedangkan Rajiskhan, Kades Petonggan
Kecamatan Rakit Kulim, dan Said Usman Kades Pondok Gelugur Kecamatan Lubuk Batu
Jaya. Ke-limanya mendapat vonis tambahan yakni divonis dua bulan penjara dengan
denda Rp6 juta subsider satu bulan.

“Putusan majelis hakim PT Pekanbaru sudah turun dan menerima
permintaan banding dari JPU,” ujar Furkon Lubis.

Disampaikannya, dalam amar putusan hakim PT Pekanbaru itu,
menyatakan kalau ke-enam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana. Baik selaku pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun
sebagai Kades yang dengan sengaja membuat tindakan yang menguntungkan salah
satu calon selama masa kampanye. (KITAKININEWS/ RED03)

 

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *