Remaja Rampok dan Aniaya Seorang Kakek di Riau Hingga Tewas

oleh -6 views

Polisi melakukan olah TKP di lokasi pembunuhan seorang kakek di Riau. (Foto: Istimewa)

MEDAN TOP – Polsek Panipahan Rokan Hilir Riau mengamankan seorang anak
di bawah umur inisial A (16) karena diduga menganiaya seorang kakek hingga
tewas. Pelaku ditangkap tidak lebih dari 2 x 24 jam, setelah melakukan aksinya
terhadap korbannya seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Ngu Yu Tik alias
Atik.

Korban warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Jalan Tenaga
Gang Blok Kepenghuluan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau, Kapas Kabupaten Rohil,
ditemukan tewas di rumahnya Minggu (21/2/2021). Tim Opnal Polsek Panipahan
berhasil membekuk tersangka saat sedang tidur di rumah salah satu warga di
Jalan Banteng Muda, Kelurahan Panipahan Kota, Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kapolsek
Panipahan Iptu Boy Setiawan mengatakan, saat dilakukan interogasi, tersangka
mengaku telah melakukan pencurian disertai pembunuhan bersama seorang temannya
inisial H yang saat ini buron atau masuk DPO (daftar pencarian orang).

“Kedua tersangka melakukan pencurian disertai pembunuhan.
Yang mana tersangka A memukul korban yang saat itu sedang duduk di atas kursi
plastik tepat di bagian kepala korban. Korban dipukul dengan menggunakan sebatang
kayu bulat sebanyak dua kali,” ungkap Iptu Boy Setiawan, Rabu (24/2/2021)

Masih menurut Kapolsek, selanjutnya tersangka menganiaya
kakek tersebut dengan memukul dada korban sebanyak dua kali menggunakan alat
sebatang kayu. Tersangka A juga mengakui teman tersangka H (Dpo) mengambil uang
korbang sebesar Rp 160.000.

“Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya tersangka telah
diamankan di Polsek Panipahan guna pengembangan lebih lanjut,” kata Iptu Boy
Setiawan Sap.

Menurut Iptu Boy Setiawan Sap, Kejadian itu bermula pada Minggu
(21/2/2021). Saat itu Tian Tjo Mardi alias Aco (Pelapor) sekitar pukul 14.30
WIB, sedang berada di rumah Asiongdi Jalan Berdikari Kepenghuluan Panipahan
Kecamatan Pasir Limau Kapas. Pada saat itu pelapor ditelepon oleh istrinya
bernama Ing Suan alias Cuan menyuruh suaminya untuk pulang ke rumah.

Setelah pelapor sampai di rumahnya, istrinya memberitahukan
bahwa dirinya merasa curiga melihat situasi rumah korban (Atik) yang tertutup
rapat. Kecurigaan semakin bertambah lantaran di lokasi tidak menandakan adanya
aktivitas korban di dalam rumah. Rumah korban terlihat sepi dan pintu serta
jendela korban dalam keadaan tertutup rapat.

Kemudian istrinya menyuruh suaminya (pelapor) untuk mengecek
rumah korban lalu suaminya pun mengecek rumah korban (Atik) yang merupakan
paman pelapor. Sementara itu istrinya melihat suaminya melakukan pengecekan
dari depan teras rumahnya.

Seteleh pelapor melakukan pengecekan, melihat pintu rumah
dan jendela korban dalam keadaan tertutup rapat. Kemudian pelapor berteriak
“Pak Cik” (Nama Panggilaan Paman Pelapor), seiring korban menggedor-gedor pintu
korban. Namun tidak ada suara dan tidak ada jawaban balasan dari korban.

Selanjutnya, pelapor berkeliling ke Jalan Bijaksana, Jalan
Bakti dan jalan Tenaga untuk mencari keberadaan korban. Namun upaya itu tidak
membuahkan hasil. Akhirnya pelapor kembali ke rumahnya dan menyuruh istrinya
untuk menelepon Alun yang merupakan keponakan istrinya. Alin diminta
memanggilkan anggota buruh gudang untuk meminta tolong membukakan pintu rumah
korban. Pelapor merasa curiga dan mengetahui bahwa korban sedang tidak sehat
dan mengalami gaangguan mental dan tinggal sendiri di dalam rumahnya.

Memasuki pukul 15:00 WIB, Dimas datang ke rumah pelapor yang
merupakan anggota buruh gudang. Kemudian pelapor menyuruh Dimas untuk melakukan
pengecekan ke rumah korban. Anggota buruh tiu membukakan engsel rumah korban
yang terkunci melalui jendela bagian belakang rumah.

Setelah Dimas masuk ke rumah korban Dimas memberitahukan
pelapor bahwa korban tidak ada di kamar yang terdiri dari dua ruangan. Kemudian
pelapor meminta Dimas agar membukakan pintu bagian depan yang terkunci.

Setelah dilakukan pengecekan bersama-sama Dimas menemukan
korban sedang duduk di kursi plastik di ruang depan dengan wajah ditutupi kain.
Kecurigaan pun bertambah dan membuka bersama-sama kain yang berada di wajah
korban. Alangkah kagetnya melihat korban sudah tidak bernyawa dan dalam keadaan
wajah dipenuhi darah. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian
tersebut ke Polsek Panipahan. (KITAKININEWS/ RED03)

 

 

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *