Selundupkan Sabu ke Tahanan, Oknum Polisi di Medan Divonis 8,5 Tahun Penjara

oleh -19 views

Sidang perkara narkotika yang menjerat oknum polisi yang bertugas di Polrestabes Medan. (Foto: Istimewa)

 

Medan Top – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman
8,5 tahun penjara terhadap terdakwa Ade Saputra Ginting, Selasa, (2/2/2021).
Oknum Polisi Polrestabes Medan itu dinyatakan terbukti bersalah menyelundupkan narkotika
jenis sabu seberat 9,42 Gram ke Ruang Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Ade Saputra
Ginting dengan pidana penjara selama delapan tahun enam bulan,” kata majelis
hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing dalam siding di ruang Cakra 9.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga membebankan
terdakwa dengan membayar denda Rp1 miliar. Dengan ketentuan, apabila tidak
dibayarkan akan digantikan pidana penjara selama enam bulan.

Majelis hakim sependapat dengan JPU Sri Delyanti. Bahwa
perbuatan warga Jalan Medan-Binjai Km 15 Diski, Desa Sei Semayang, Kecamatan
Sunggal, Kabupaten Deli Serdang ini terbukti bersalah melanggar Pasal 114 (1)
Jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam nota putusannya, hal yang memberatkan, karena terdakwa
merupakan aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat.
Terdakwa Agus juga dinilaitidak mendukung program pemerintah dalam memberantas
peredaran narkotika.

“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui
perbuatannya dan bersikap sopan selama persidangan,” sebut majelis hakim Denny
Lumban Tobing.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa maupun Jaksa Penuntut
Umum (JPU) Sri Delyanti menyatakan pikir-pikir. Putusan majelis hakim sama
(conform) dengan tuntutan JPU Sri Delyanti yang sebelumnya menuntut terdakwa
dengan pidana penjara selama 8,5 tahun.

Mengutip dakwaan JPU Sri Delyanti mengatakan perkara
terdakwa Ade Saputra Ginting berawal pada Juni 2020 sekira pukul 10.00. Saat
berada di Kantor Polrestabes Medan, dia dihubungi Boy Zulkarnaen (berkas
terpisah), meminta terdakwa Ade Saputra mengambil nasi titipan miliknya di
depan Kantor Polrestabes.

“Sekira pukul 11.00, terdakwa dihubungi kembali oleh Boy dan
mengatakan bahwa kakaknya yang mengantarkan nasi sudah di depan kantor,” kata
JPU.

Kemudian, terdakwa pergi ke depan kantor dan menemui Lina
(DPO). Setelah bertemu, ia menyerahkan sebuah bungkusan makanan yang di
dalamnya berisi narkotika jenis sabu.

“Terdakwa membawa bungkusan tersebut ke dalam Kantor
Polrestabes lewat pintu depan akan tetapi terdakwa tidak melaporkan titipan
tersebut kepada petugas piket depan, kemudian sekitar pukul 11.30, setelah
berada di piket RTP Polrestabes Medan, terdakwa lewat dari belakang piket,”
jelas JPU Sri Delyanti.

Namun, lanjut JPU, petugas piket yakni Nurdiansyah dan
Rejeki Banurea ketika itu melihat terdakwa dan mengatakan agar titipan tersebut
diperiksa dulu

Sehingga terdakwa merasa takut dan meletakkan bungkusan
berisi sabu tersebut di bangku dan mengatakan bahwa bungkusan itu barang
titipan untuk Boy Zulkarnaen yang merupakan tahanan di blok C.

“Melihat bungkusan tersebut, saksi Nurdiansyah dan Rejeki
Banurea curiga, lalu melakukan pemeriksaan dan membuka bungkusan tersebut yang
ternyata bungkusan tersebut berisi biskuit bermerek Gery sebanyak 2 bungkus
yang berisi plastik klip tembus pandang berisi sabu 2 bungkus dengan Berat 9,42
gram,” urai JPU.

Kontributor: Abimanyu  (KITAKININEWS/RED03)

 

 

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *