Stok Melimpah, Harga Cabai Turun Hingga 50 Persen

oleh -0 views

Harga cabai merah dan cabai rawit di pasar tradisional turun tajam hingga 50 persen. (foto : dokumentasi)


MEDAN TOP
 – Harga cabai merah turun tajam. Sempat
bertengker di angka Rp 45 ribu per kg, harga cabai merah kini sekitar Rp 25
ribu hingga Rp 30 ribu per kg.

Begitu juga dengan harga cabai rawit. Harga
cabai rawit sepekan lalu yang sempat berada di kisaran angka Rp 60 hingga Rp 70
ribu per kg. Kini dijual dikisaran angka Rp 40 hingga Rp 45 ribu per Kg.

 

“Ada penurunan sekitar 50% harga cabai yang
ada di pasar dalam sepekan terakhir. Penurunan tersebut merupakan penurunan
yang sangat tajam,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Pasar, Gunawan Benjamin,
Sabtu (20/2/2021).

Harga cabai jika bertahan di level ini saja
sampai akhir bulan. Maka Sumut akan merealisasikan deflasi yang cukup besar di
bulan februari ini.

 “Untuk cabai merah saya menilai
harganya sudah masuk dalam rentang angka yang ideal. Namun untuk cabai rawit
harganya masih terbilang mahal,” jelas dia.

Sejauh ini, sambung Gunawan, pemicu
penurunan harga cabai adalah mulai melimpahnya stok cabai. Bukan hanya dari
wilayah Sumut, cabai dari Aceh ataupun Sumatera Barat juga mulai melimpah
pasokannya.

 Hal ini membuat permintaan cabai dari
luar daerah mampu tertutupi. Dan harga cabai mampu untuk dikendalikan. “Sebelumnya
saya juga pernah memperkirakan bahwa mahalnya harga cabai kala itu tidak akan
bertahan lama. Namun ekspektasi tersebut terealisasi lebih lambat dari harapan
saya,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut Gunawan, Akhir Januari
indikasi penurunan harga cabai mulai terlihat. Dari hasil pantauan tim di lapangan,
terangnya, ada banyak temuan dimana permintaan cabai di luar wilayah Sumut
terbilang sangat tinggi. Ini mengakibatkan sejumlah pedagang besar justru lebih
memilih wilayah lain menjadi target pemasaran cabai di luar Sumut.

“Nah, sejauh ini masih ada beberapa
komoditas pangan yang bertahan mahal. Daging ayam, sayur-sayuran terbilang
cukup mahal saat ini. Untuk daging ayam saya melihat potensi turunnya memang
belum ada. Harga bahan baku pakan juga masih terbilang mahal,” tandasnya.
(RED04)

 

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *